Kamis, 28 April 2016

Investasi Masa Kini - Investasi Emas Pegadaian


hadtihdk.blogspot.co.id - Assalamu’allaikum sobat bloger… kali ini saya akan berbagi ilmu tentang investasi masa depan… membahas mengenai investasi menurut penulis, investasi yang menjanjikan ada 2 (dua)… yang pertama Tanah, yang kedua Emas. kenapa Tanah dan Emas???, karena nilai jual kembali lebih cenderung naik... 

Kali ini penulis membahas tentang embak,,, eeeh,, maksud penulis, Emas… bukan mas yaa mas handoko hhe… :D berkaitan dengan Emas… penulis inget dengan Pegadaian… berikut penjelasannya… icikiwiiir,,,, :

Tabungan Emas adalah layanan pembelian dan penjualan emas dengan fasilitas titipan dengan harga yang terjangkau. Layanan ini memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk berinvestasi emas.
KEUNGGULAN
1.      Dikelola oleh PT. Pegadaian (Persero) yang merupakan BUMN terpercaya.
2.      Pegadaian Tabungan Emas tersedia di Kantor Cabang di seluruh Indonesia (sementara hanya tersedia di Kantor Cabang Piloting).
3.      Pembelian emas dengan harga terjangkau (mulai dari berat 0,01 gram).
4.      Emas anda terproteksi 100%.
5.      Layanan petugas yang profesional.
6.      Transparan dalam pengelolaan.
7.      Alternatif investasi yang aman untuk menjaga portofolio aset.
8.      Mudah dan cepat dicairkan untuk memenuhi kebutuhan dana Anda.
9.      Menghasilkan keuntungan yang kompetitif dengan investasi lainnya.

Harga Jual
Harga Beli
Rp. 5.550,-
Rp. 5.380,-
Harga emas 0.01 gram tanggal 18-05-2016
PROSEDUR TABUNGAN EMAS
1.      Membuka rekening Tabungan Emas di Kantor Cabang Pegadaian hanya dengan melampirkan fotocopy identitas diri (KTP/ SIM/ Passpor) yang masih berlaku.
2.      Mengisi formulir pembukaan rekening serta membayar biaya administrasi sebesar Rp. 5.000,- dan biaya fasilitas titipan selama 12 bulan sebesar Rp. 30.000,-.
3.      Proses pembelian emas dapat dilakukan dengan kelipatan 0.01 gram dengan atau sebesar Rp. 5.550,- untuk tanggal hari ini (18-05-2016). Misalnya jika ingin membeli 1 gram, maka harganya adalah Rp. 555.000,- .
4.      Apabila membutuhkan dana tunai, saldo titipan emas Anda dapat dijual kembali (buyback) ke Pegadaian dengan minimal penjualan 1 gram dan Anda dapat menerima uang tunai sebesar Rp. 538.000,- untuk tanggal 18-05-2016.
5.      Apabila menghendaki fisik emas batangan, Anda dapat melakukan order cetak dengan pilihan keping (5gr, 10gr, 25gr, 50gr, dan 100gr) dengan membayar biaya cetak sesuai dengan kepingan yang dipilih.
6.      Minimal saldo rekening adalah 0.1 gram.
7.      Transaksi penjualan emas kepada Pegadaian dan pencetakan emas batangan, saat ini hanya dapat dilayani di Kantor Cabang tempat pembukaan rekening dengan menunjukan Buku Tabungan dan identitas diri yang asli.

DENOMINASI/ KEPINGAN ONGKOS CETAK
Kepingan 5 Gram
Rp. 118.000,-
Kepingan 10 Gram
Rp. 186.000,-
Kepingan 25 Gram
Rp. 389.000,-
Kepingan 50 Gram
Rp. 728.000,-
Kepingan 100 Gram
Rp. 1.406.000,-
Ongkos cetak emas per tanggal: 18-05-2016

BIAYA TRANSAKSI
TRANSAKSI
BIAYA *)
Pembukaan Rekening
Rp. 5.000,-
Transfer Emas
-
Pencetakan Rekening Koran
Rp. 1.000,-
Pembukaan Pemblokiran Rekening
-
Penggantian Buku Tabungan
Rp. 10.000,-
Penutupan Rekening
Rp. 30.000,-
Tambahan Atas Keterlambatan Pengambilan Emas Cetak
Rp. 20.000,-
Fasilitas Titipan Emas per bulan (dibebankan sekaligus diawal masa titipan selama 1 tahun)
Rp. 2.500,-
*) Semua biaya sudah termasuk PPN 10%

PEMBATASAN TRANSAKSI (PER HARI PER NASABAH)
TRANSAKSI
PEMBATASAN
MINIMAL
MAKSIMAL
Pemilik Rekening dapat membeli
0.01 gram
100 gram
Pemilik Rekening dapat menjual
1 gram
100 gram
Pemilik Rekening dapat mencetak
5 gram
100 gram
Pemilik Rekening dapat mentransfer*
1 gram
100 gram
Saldo rekening
0.1 gram
Lampiran Perdir No. 9/DIR-I/2016 Tanggal 01/03/2016

Bagaimana kawan bloger… tertarik berinvestasi emas…???

Inget semboyan… “ BELILAH MASA DEPANMU MULAI SEKARANG” 
Silahkan kunjungi pegadaian terdekat . semoga barokah . wasalam ;)


cekaja blogger contest 1


–> ini adalah kontes menulis cekaja.
sumber gambar : http://www.ngeblog.me/wp-content/uploads/2016/04/cekaja-blogger-contest-1.jpg

Minggu, 27 Maret 2016

Cara mudah membangun sistem elektronik bisnis secara bertahap [step by step]


Selamat siang sobat bloger,,, Di jaman digital ini, trend bisnis berubah dengan sangat cepat. Para pelaku bisnis harus memiliki pengetahuan, skill dan paradigma yang berbeda tentang dunia online bisnis dan marketing. Internet merupakan sebuah saluran distribusi yang sangat besar. Ada banyak peluang sekaligus tantangan yang harus dihadapi oleh para pelaku usaha yang ingin berhasil menjalankan program marketing di era digital ini. Saat ini, melakukan pemasaran tradisional atau offline saja tidak cukup. Harus ada inovasi atau perubahan dalam menjalankan bisnis agar tidak ketinggalan jaman yang semakin modern ini.  Salah satunya yaitu dengan membangun elektronik bisnis atau bisa disebut e-Business. Masih ada banyak cara mudah membangun sebuah sistem elektronik bisnis  atau bisa disebut e bisnis, namun alangkah baiknya sesuai dengan step step yang akan saya berikan nanti agar para pelaku bisnis dalam menjalankan bisnisnya bisa menggunakan media internet dengan seoptimal mungkin supaya mendapatkan hasil yang maksimal.

visi dan prospek membangun e bisnis

Didalam membangun sistem elektronik bisnis harus memiliki pemahaman yang kuat agar pemahaman itu yang menjadi landasan dalam membangun sistem e-Business. Membangun sistem e-Business bukan hanya mengkomputerisasi Sistem Informasi bisnis yang kemudian dihubungkan ke Internet, akan tetapi harus memiliki beberapa cara agar sistem elektronik bisnis Anda bisa bertahan lama yaitu dengan:
1.      Adanya keinginan yang kuat dan konsisten untuk membangun hubungan langsung dengan konsumen.
2.      Pembangunan Jaringan Komunitas
3.      Perluasan market penjualan
4.      Masuk era persaingan global

tahap pembentukan sistem e - business

Dengan memperkuat pemahaman Anda sebagai pelaku bisnis, Anda juga harus melakukan beberapa tahap untuk membangun sebuah sistem elektronik bisnis dengan mudah. Berikut adalah tahapan untuk membangun sebuah sistem elektronik bisnis Tahap yang pertama pembentukan Sistem e-Business yaitu :
1.      Mendayagunakan komputer personal, jaringan komputer dan Internet semaksimal mungkin.
2.      Membangun halaman web untuk jalinan komunikasi antara perusahaan dengan konsumen secara efektif dan fleksibel.
3.      Membangun Sistem Informasi e-Business yang efektif.
4.      Mengembangkan Sistem Informasi yang bersifat inter platform.
Tahap yang kedua yaitu membentuk permodelan sistem karena didalam membangun sebuah sistem yang besar dan lengkap untuk membuat Sistem Informasi e-Business,para tim  pembuat sistem perlu membuat model elektronik bisnis atau e-Business. Pemodelan tersebut menggambarkan aliran data yang akan di proses menjadi informasi; aliran distribusi juga akan digambarkan. Dengan demikian, arus data informasi dapat terlihat secara jelas. Penggambaran pemodelan dapat menggunakan sistem flowchart atau blo diagram.

Dari beberapa permodelan sistem ada 3 metode yang sering digunakan yaitu metode seperti daur hidup, prototype, dan spiral. Dari ketiga metode tersebut, sistem elektronik bisnis atau e-Business cacok menggunakan metode daur hidup karena memiliki beberapa karakteristik yaitu proses dilakukan step by step yang disertai dengan proses doumentasi yang rapi. Metode daur hdup terdiri dari beberapa tahapan proses, yaitu tahap perencanaan, analisis, perancangan, penerapan, evaluasi, penggunaan, dan pemeliharaan. Pada setiap tahapan dilakukan proses pendokumentasian atas segala yang telah dilakukan atau disepakati. Berikut adalah tahapan demi tahapan metode daur hidup:

Tahap Perencanaan

·         Memahami permasalahan yang muncul dan mendefinisikan secara rinci.
·         Merumuskan kasus – kasus bisnis yang ingin diselesaikan.
·         Menghitung atau mengestimasikan total investasi yang akan disediakan.
·         Rencana aksi yang nyata atau mongkret.

Tahap Analisis

·         Tahapan ini harus dilakukan seobyektif mungkin agar hasilnya tidak bias.
·         Jika ditemukan indikasi ketidaklayakan maka harus melakukan dengan mencari sebabnya, apakah dapat diatasi atau tidak, jika bisa segera disusun langkah nyata atau kongkretnya.

Tahap Perancangan

·         Fase pemahaman kreteria kebutuhan sistem.
·         Lebih menuju sistem yang stabil dan flexible.
·         Selain memperhatikan rekomenadasi kelayakan, perlu memperhatikan : kebutuhan pelaku usaha /perusahaan, kebutuhan opertor, kebutuhan pemakai, dan kebutuhan teknis.

Tahap Penerapan

Tahap ini merupakan kegiatan untuk mengimplementasikan  rancangan yang telah disusun sebelumnya agar dapat diwujudnyatakan Implementasi untuk prosedur di dalam teknologi komputer akan menggunakan bahasa computer. Sementara itu, untuk proses yang terdapat di luar sistem komputer, disusunlah sebuah konvensi atau perjanjian atau tata tertib, agar setiap orang yang terlibat dapat mengikuti alur yang telah ditetapkan Untuk merealisasikan sistem pada tahap pemaparan ini, ditempuh beberapa metode, antara lain, penggunaan paket aplikasi, pengembangan oleh staf sendiri (insourcing), dan pengembangnan yang dilakukan dengan kerjasama dari pihak luar seperti konsultan atau software house (outsourcing)

Tahap  Evaluasi

Pada tahap ini, dilakukan uji coba sistem yang telah selesai disusun. Proses uji coba diperlukan untuk memastikan bahwa sistem tersebut sudah benar. Karakteristik yang ditetapkan, dan tidak ada kesalahan-kesalahan yang terkandung didalamnya sampai ke penelusuran dan keterlibatan data.

Mungkin hanya ini yang dapat penulis bagikan mengenai Cara mudahmembangun sistem elektronik bisnis secara bertahap [step by step]. Semoga bermanfaat dan suksess selalu, semoga bisa mengimplementasikan ilmu yang Anda dapatkan.
Blogpost ini penulis ambil dari materi ke-2 dan di buat untuk memenuhi tugas pengganti UAS pak dhanang
dan backlink untuk temen saya 



Selasa, 16 Februari 2016

Pegadaian Melayani Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan Perorangan dan Pembayaran Premi Asuransi Prudential


Pegadaian telah menyediakan kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan transaksi pembayaran. Penyetoran tagihan listrik, air, langganan TV kabel, maupun pembelian pulsa telepon selular, token listrik, dan tiket kereta api dilayani di 4.430 outlet di seluruh Indonesia. Begitu pula dengan pembayaran angsuran kredit kendaraan bermotor. Pegadaian telah menjalin kerjasama dengan beberapa merk motor, mobil, serta beberapa lembaga pembiayaan. Selain jasa multi pembayaran secara online, Pegadaian juga melayani jasa pengiriman uang baik dalam maupun luar negeri.

Untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat, PT Pegadaian (Persero) menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Selain itu, Pegadaian juga menjalin kerja sama dengan Prudential sehingga nasabah perusahaan asuransi tersebut dapat membayar premi melalui Pegadaian. Humas Pegadaian, Basuki Tri Andayani menjelaskan, kemudahan pembayaran beragam rekening menjadi harapan semua orang. Dulu, pembayaran rekening listrik harus disetor di kantor PLN. Pembelian tiket kereta harus dibayar di loket stasiun. Begitu pula dengan pembayaran rekening air, langganan TV kabel, dan sebagainya. Kini pembayaran aneka tagihan dapat diselesaikan di satu tempat saja. Sebagai lembaga BUMN yang konsisten membantu masyarakat “mengatasi masalah tanpa masalah”, Pegadaian terus mengembangkan bisnis jasa multi pembayaran secara online.


Dalam rangka mendukung program BPJS Kesehatan yang ditelorkan Pemerintah, Pegadaian melayani pembayaran setoran iuran di 4.430 outlet di seluruh Indonesia. Layanan ini semakin memberikan kemudahan bagi masyarakat. “Mulai Senin, 15 Februari 2016 masyarakat dapat membayarkan iuran BPJS Kesehatan melalui loket-loket Pegadaian,” jelas Basuki seperti dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (14/2/2016). Basuki melanjutkan, Pegadaian juga mengembangkan produk jasa multi pembayaran online pun dikembangkan untuk produk asuransi. “Nasabah asuransi Prudential saat ini dapat membayarkan preminya melalui Pegadaian juga,” tambahnya. Sepanjang tahun 2015, perusahaan ini mencatat layanan jasa multi pembayaran sebanyak 3,9 juta transaksi. Dengan bertambahnya ragam layanan, manajemen menargetkan tahun 2016 tumbuh 40 persen menjadi 5,5 juta transaksi. Pengembangan produk yang dilakukan oleh perusahaan BUMN ini merupakan implementasi dari program optimalisasi aset yang dicanangkan Kementerian BUMN selaku pemegang saham.